Personal blog. Keep to be a silent reader. No bullying !

Saturday, 26 September 2015
Berlangganan

Kapan 'Halal' ?



Sumber gambar: tumblr.com
Sepertinya kali ini saya wajib banget untuk membahas tentang pertanyaan fenomenal sepanjang masa, sepanjang perjalanan per-single-an, pertanyaan yang akan selalu ditanya-tanya saat lebaran dan sesaat setelah lulus kuliah: “KAPAN NIKAH?”. Saya bahas topik ini bukan karena udah kebelet kepingin nikah sih, tapi karena bulan Agustus adalah bulannya orang nikahan -_-

Menginjak usia 23 tahun sebenarnya belom usia rawan banget sih buat menikah, Cuma ya itu.. temen-temen yang seusia saya udah pada tancap gas. Alhasil yang tadinya santai jadi semakin ditanya kapan nikah-kapan nikah terus menerus. Mending sih ditanya kapan nikah, yang lebih sulit dijawab adalah ketika ditanya “udah punya calon belum?” atau “calonnya orang mana?”. Kicep. Bingung jawabnya. Bukan bingung yang malu-malu-kucing, tapi emang beneran bingung jawab karena enggak punya calon -_-

Sebenernya sih, perempuan seusia saya enggak perlu khawatir untuk masalah yang seperti ini, karena senior-senior saya aja masih banyak yang konsen ke karir. Yang tua aja belom nikah, ya ngapain juga yang muda-muda pada buru-buru. Eh tapi memang enggak bisa dipungkiri sih, biasanya perempuan udah menginjak usia 20-an pasti obrolan dan rumpi-annya ke arah pernikahan dan masa depan.
Jadi inget beberapa bulan yang lalu sebelum lengser dari dunia aktifis kampus, junior saya tiba-tiba sms dan menyerang pertanyaan:
“Assalamualaikum mba, mba April udah kepengen nikah ya?”
“Walaikumsalam. Emang kenapa dek kok nanyanya begitu?”
“Hmm anu mba ya ga apa-apa abisnya setiap saya lihat mba April ngobrol pasti bahas tentang nikah. Mba udah punya calon?”
Jleb !
“hahaha hmm emang gitu ya dek? Ya wajar sih dek biasanya cewe kalo udah umur 20-an mah bahasnya pasti ga jauh-jauh dari itu hehe”

Oke fix, jangan bahas tentang saya.

Saya akan membahas sisi ke-kepo-an saya tentang “KENAPA SIH LO NIKAH DAN NYALIP GUE? GUE KAN JAUH LEBIH TUAAN DIKIT” halah ini sih kesensian si keyboard laptop aja pake capslock -_-

Perkara menikah memang bisa dikatakan sebagai bagian dari ‘magic’. Keajaiban. Dan tentu saja karena takdir Allah. Sama halnya ketika seseorang yang hatinya sudah terpanggil untuk melaksanakan ibadah haji, sekalipun ia kuli panggul atau sekalipun ia seorang pemulung, jika sudah terpanggil maka haji lah ia. Seperti firman Allah, Kun Fayakun. Jadi maka jadilah.
Yup ! sama juga kayak menikah alias nikah. Eggak kenal umur, siapapun kalau memang jodohnya ya pasti menikah dan halal. Jodoh di tangan Tuhan, itu betul. Tapi jodoh pun juga harus diperjuangkan. Bukan cuma bengong nunggu jodoh tanpa usaha.
Tranding topic ditahun ini adalah menikah di usia muda. Ya sebenernya bukan cuma tahun ini sih, dari tahun-tahun kemarin juga nikah-muda emang jadi ‘trendsetter’. Ya gimana enggak, ketika kita mencintai orang terus orang yang kita cintai ternyata mencintai kita juga, kenapa mesti diputuskan untuk berpacaran? Kalau udah siap lahir bathin, ya gaspol aja lanjut ke pelaminan. Ya tho?
Saya sangat percaya dengan ungkapan “Jodoh itu cerminan dari diri kita”. Sangat betul. Karena di Alquran pun sudah tertulis bahwa laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik [QS. An-Nuur (24):26]

Sebenernya ini adalah salah satu teguran untuk diri saya sendiri bahwa, ketika kita ditakdirkan tidak menikah dengan orang yang kita cintai, ya itu karena memang pasti ada orang yang jauh lebih baik dari si dia. Galau? Hal yang wajar. Tapi kalau galau berlarut-larut, hmm kayak enggak punya Allah aja deh. *cermin*
Jadi, ketika (masih) ada pertanyaan: KAPAN NIKAH?
Jawabannya: menikah adalah soal waktu. Dimana akan ada jam dan detik yang tepat untuk sebuah kehalalan.