Personal blog. Keep to be a silent reader. No bullying !

Thursday, 24 December 2015
Berlangganan

Purwokerto, I'm in Love

Sampai detik ini saya masih gagal move on dari kota kecil di tapak kaki Gunung Slamet. Purwokerto.
Kota indah yang penuh dengan titik-titik balik seorang perempuan yang biasa seperti saya. From nothing to everything.

Saya rindu dengan gang sebelah fakultas MIPA. Rindu dengan rumah nomor 57. Rindu dengan gorengan. Rindu dengan sekre. Rindu dengan PKM. Rindu latihan paduan suara. Rindu es duren Mang Alan. Rindu pulang malam. Rindu rapat. Rindu emosi. Rindu dipanggil "umi". Rindu laboratorium. Rindu laboran, Ibu Tuti. Rindu seluruh yang ada di kota satria.

Sampai detik ini saya masih sering berkaca-kaca jika mengingat perjalanan perjuangan selama menjadi anak rantauan. Makan makanan enak, makan makanan yang tidak enak pun sering. Semua indah dijalani dengan orang-orang terkasih.

Purwokerto kota dimana banyak masalah yang saya hadapi. Tapi Purwokerto pula yang menawarkan solusi beserta keindahannya.

Terima kasih Tuhan sudah mendamparkan saya di kota ini.
Tidak ada sedikitpun rasa sesal karena pernah hidup disini, di Purwokerto.
Semoga saya bisa menginjakkan kaki (lagi) di kota yang sangat saya cintai dan rindui.
Purwokerto, i'm in love.