Personal blog. Keep to be a silent reader. No bullying !

Saturday, 9 April 2016
Berlangganan

K.A.P.A.N (?)

KAPAN.
Arti Kapan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah, kata tanya untu menanyakan waktu.
Contohnya, kapan dia pergi?
Dan.....
Kapan menikah (?).

Oke, fine.
Saya akan membahas pertanyaan ini untuk kedua kalinya, pertanyaan Kapan dalam arti sebenarnya. -_-
Yap, ini adalah tulisan pertama di bulan April. Yes, i am. Bulan yang entah kenapa saya sangat sukai, mungkin efek dari nama juga. hm.

Sejak menginjak didunia karir,  pertanyaan "kapan menikah?" itu merupakan pertanyaan yang wajib dan rutin dipertanyakan setiap berkenalan dengan sesama pegawai. Entah apa alasannya, mungkin karena untuk mengidentitaskan diri. Itu fase pertama.
Fase kedua saat didunia karir, adalah ketika teman kantor yang menikah lalu teman yang lain bersaut "Mba rencana menikah umur berapa?" atau bahkan "Mba calonnya orang mana?". Saya jawab "Hehehe, enggak punya calon dan enggak pacaran". Seakan jawaban saya terdengar aneh dan jayus, "Masa sih Mba enggak punya calon? Enggak mungkin".

Ya, pertanyaan yang seperti itu yang hmm sedikit mengganggu konsentrasi dunia perkantoran -_-
Bukan lagi galau, tapi merasa sudah cukup saatnya saya memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan masa depan sedangkan saya sendiri belum ada arah lebih lanjut, mungkin lebih tepatnya tidak ada pilihan calon untuk dijadikan sebagai calon imam.
Sempat berfikir, "siapa ya jodoh saya". Karena kata orang, jodoh tidak akan jauh dari sekitar kita. Atau bahkan, jodohmu berarti dirimu sendiri. Artinya, siapapun jodohmu, dia lah cerminanmu.

Soal siapa jodoh saya, ini hanya perkara waktu dan perkara siapa yang tepat.
Hanya waktu yang akan memberikan kesempatan saya untuk bertemu dan ditemukan oleh dia sang penyejuk hati. Dia lelaki yang akan membawa diri ini kedalam ridha Allah, ke rumah abadi. Syurga.
Masya Allah, rasanya ingin meminta jodoh yang baik agamanya, baik keluarganya, baik budi luhurnya, baik tutur katanya dan baik ibadahnya. Tapi, jika melihat diri ini yang rasanya masih jauh dari label 'si sholeha'.
Semoga Allah, satu-satunya Sutradara terbaik di alam dunia-akhirat memberikan kesempatan saya untuk menjadi perempuan yang baik-baik, menjadi perhiasan dunia yang berharga.

Sesungguhnya, hanya Allah yang berhak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan "Kapan Menikah?". Jika ada yang baik, saya Aamiin-kan. Tetapi tidak untuk 'mancing-mania' atau terkesan memberikan harapan-palsu dengan tarik-ulur dan banyak cakap.
Dan saya sangat berterimakasih kepada dia yang masih tidak saya ketahui, semoga saja masih ingin untuk tidak bersentuhan dengan perempuan manapun selain mahromnya, semoga dia adalah adam yang tidak pernah memberikan harapan perempuan manapun. Karena perempuan baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik (An-nuur: 26)
Doakan diri ini untuk menjadi perempuan yang baik, agar suatu saat nanti kita bertemu dengan keadaan yang baik diwaktu yang baik.
Jadi, jika ada yang bertanya "kapan menikah?" "Siapa calonnya?" saya akan jawab "Doakan saja semoga disegerakan".

sumber gambar: google.com