Personal blog. Keep to be a silent reader. No bullying !

Friday, 10 June 2016
Berlangganan

Karena Cinta, Tidak Selalu Berakhir Di Pernikahan

Beberapa bulan terkahir, kenapa perihal 'jodoh' selalu terngiang-ngiang dalam benak seorang perempuan berkepala 24 tahun?
Pertanyaan yang sering mengganggu ketika perempuan mencintai dalam diam adalah,
"Apakah aku harus menikahi seseorang yang mencintaiku? Atau aku menikah dengan orang yang aku cintai?"

Semuanya masih kosong dan tak akan pernah terjawab.

Aku bersyukur bisa diizinkan oleh Sang Maha Pemilik Cinta, untuk merasakan nikmatnya mencintai dalam diam. Masya Allah.

Meski sedikit tampak naif, ya mencintai dalam diam adalah bentuk cinta perempuan kepada lawan jenis. Karena dangkalnya ilmu, mungkin perempuan akan memilih diam daripada mengucap diri untuk mengutarakan keinginan untuk menikah.
Tidak seperti Ibunda Siti Khadijah, Istri pertama Nabi Muhammad SAW, yang dengan tegas meminang Rasulullah. Beliau wanita luar biasa, wanita termulia.

Beda dengan perempuan di zaman sekarang, atau lebih tepatnya diriku sendiri.
Jangankan punyai rasa ingin meminang, bahkan untuk sekedar mengusir ego sendiri pun diri ini tak cukup sanggup.
Ya, mungkin karena dangkalnya ilmu agamaku.

Resiko untuk seseorang seperti kami, orang-orang yang hanya mampu mencintai dalam diam adalah, siap dan ikhlas ditinggalkan oleh sang pujaan untuk menikahi perempuan lain.

Ya memang betul, karena cinta tidak semua bisa bersatu dalam ikatan pernikahan.
Cukuplah Allah Sang Maha Pembolak-balik hati, yang berhak menentukan siapa jodoh ku dan jodoh untuk dirinya seseorang yang kucintai.

Sampai pada akhirnya masing-masing dari kami akan menentukan jodoh terbaik.
Wallahualam.