Personal blog. Keep to be a silent reader. No bullying !

Sunday, 18 June 2017
Berlangganan

Kutunggu Kau Di Akhir Tahun

Setelah pengalaman demi pengalaman soal arti menunggu dengan sia-sia, kini saatnya aku berputar arah untuk tidak akan pernah salah mengambil jalan.

Dua kali menyia-nyiakan kesempatan untuk membangun rumah tangga, hanya karena alasan menunggu seseorang yang kucintai.
Padahal semuanya adalah cinta sepihak. Cinta sendiri.
Kali ini, kata Alina "Jangan sia-siakan Mas ini neng. Kalau ada lelaki yang datang sama elu pada saat elu lagi taat-taatnya sama Allah, bisa jadi dia adalah memang benar jodoh lu".
Banyak pilihan yang lebih dari yang kuingini.
Tapi entah mengapa hati masih menyimpan kepada ia yang selalu kuharapkan.
Lebih dari sekedar kata 'KLIK'.
Kecocokan, kesamaan, ketertarikan, keburukan, kekurangan rasanya akan selalu menjadi pemakluman.
Memaklumi kekurangan dan kelebihannya.
Mempercayai apa yang akan dilakukannya.
Mendukung apa yang akan menjadi keputusannya.
Tapi sayang, dia sendiri pun tidak pernah tahu ada hati yang sedang menantinya.
Ada hati yang selalu memaafkannya.

Akan ada dua keputusan.
Aku yang menikah dan meninggalkannya, atau dia yang menikah dan meninggalkanku (?)

Jawabannya hanya menunggu.
Soal waktu. Soal timing.
Aku masih memberi kesempatan hati ini untuk menunggu sedikit lebih lama lagi.
Bukan lagi bulan Agustus, tapi Desember. Akhir tahun ini.
Jika memang ada tanda dia ingin bersama yang lain, aku lebih ikhlas.
Jika memang tidak ada tanda dia ingin menikahiku, aku akan ikhlas.
Dan lebih ikhlas menerima seseorang lain yang menginginiku lebih dari aku menginginkannya.

Usiaku tak lagi muda.
Orangtuaku semakin menua.
Aku ingin menggenapkan ibadah nikmat islamku disaksikan oleh keluargaku tanpa kurang satu pun.

Masa depan bukan soal seberapa besar gajimu dan seberapa keren pekerjaanmu.
Masa depan itu soal bagaimana kamu membimbingku dengan keimanan yang kau miliki.
Apakah kau percaya, bahwa bila kita bersatu pasti akan menjadi perpaduan yang dahsyat mampu membangun rumah tangga yang menyenangkan?
Harapan ini, akan aku gantungkan kepada Allah sang pemilik hati.

Tahun ini, benar-benar penentuan.
Halalkan, atau tinggalkan.

Jakarta, 19 Juni 2017.
Disaat aku mencoba mengenal orang selainmu, dan bimbang.