Personal blog. Keep to be a silent reader. No bullying !

Friday, 9 June 2017
Berlangganan

Safari Masjid

He who builds a Masjid in the way Allah, God will build a house for him in the paradise.  - Muhammad

Alhamdulillah sudah hari ke 13 bulan Ramadhan.
Alhamdulillah masih diberi nikmat dan kekuatan untuk menjalankan ibadah yang satu kali dalam satu tahun. Bulan paling baik diantara seribu bulan.
Ada yang baru dalam Ramadhanku kali ini.
Teman baru. Teman hijrah.
Entah bagaimana aku betapa harus bersyukurnya ketika Allah selalu mempertemukan aku dengan orang-orang baik didunia ini.
Mulai dari lingkungan kerja yang kondusif dan agamis, rekan-rekan kerja yang saling menghargai, dan tentu akhwatfillah yang baru-baru ini aku temukan.
Riza dan Peggy, namanya.
Mba Riza, -aku memanggilnya- dia adalah Akhwat sporty, gesit. Dulu awal-awal masuk kerja, sering lihat Mba Riza dke lantai 2, lantaiku (kebetulan Mba Riza dan Peggy lantai 9).
Dalam hati "Ini siapa ya namanya? Aku suka banget gayanya. Sporty tapi syar'i".
Kemudian, Peggy yang lumayan sering langganan ke lantai 2, dan aku memang sudah kenal dari awal. Waktu itu dia belum hijrah. Cantik. Suku Bugis, tapi kalemnya luar biasa. Santun. Dan kemudian pada saat berlainan hari aku lihat Peggy pakai rok, kaos kaki, dan kerudung lebar.
Tanpa basa-basi aku jabat tangannya "Masya Allah Peg, cantik banget sih kamu"
Peggy senyum dan "Doain istiqomah ya Mba April". Masya Allah..

Beberapa minggu setelah menyapa Peggy pada saat dia berhijrah, kebetulan pula ternyata kita satu pengajian bareng (Alhamdulillah setiap hari Juma'at, akhwat dikantorku selalu mengadakan kajian rutin).
Semakin excited lah aku bertemu dengan dua orang ini.
"Ya Allah Peg, aku udah ada rencana waktu itu mau ajakin kamu buat kajian jum'at tapi aku baru banget bisa kajian lagi setelah 2 bulan mangkir"
"Ya Allah Mba April iya aku udah 2 bulan ini mba ikut kajian, tapi kemarin-kemarin memang aku ga dateng eh baru sekarang ya ketemu sama Mba April"

Disitulah kami bertiga bertemu, di lembaga kajian. Ditempat yang baik.
Dan selalin di Majlis Ta'lim, kami pun satu Group ODOP (One Day One Page) di Kantor. Semakin dekatlah kami. Dekat karena Allah, Insya Allah :)
Kemudan kita menyusun agenda untuk mempersiapkan bulan Ramadhan.
Mba Riza yang memperkenalkan aku dengan istilah "Safari Masjid".
"Hah? Safari Masjid itu apa Mba?" kataku
"Jadi nanti kita keliling Masjid Mba April, nanti tarawehan"
"Terus buka puasanya gimana?"
"Iya nanti kita buka puasa di Masjid. Nanti biasanya disediain dari pihak Masjid. Tapi niat utamanya kita bukan cari makan loh ya, tapi ibadahnya".

Masya Allah, pertama dan terakhir aku buka di Masjid adalah semasa aku masih di perkuliahan.
Waktu itu juniorku mengajakku untuk coba-coba buka puasa di Masjid Mafaza, makan gratis katanya.
Dan ternyata memang benar, kami diberi makan gratis. Tapi setelah itu kita SMSP. Sudah Makan Shalat Pulang. Alias numpang makan, numpang shalat Maghriib kemudian pulang.
Dalam hati aku bersungguh, tidak akan mengulangi hal yang seperti itu. Karena menurutku, buka dimasjid semacam musafir dan tak mampu.  Gengsi, lebih tepatnya.
Maklum, imanku saat itu memang tipis setipis kulit ari.

See, bahkan sekarang aku setiap hari berbuka puasa di Masjid.
Malu? Sama sekali tidak.
Gengsi? Sangat tidak.
Bahagia? Ya bahagia. Bahagia dan merasa bangga sebagai muslim. Karena pada saat berbuka puasa bersama di Masjid dengan saudara-saudara seiman, rasanya benar-benar nikmat dan hikmat. Benar-benar Puasa dalam makna sebenarnya.

Ternyata, godaan mengunjungi Masjid selalu datang beruntun.
Misalnya, ada tawaran dan ajakan untuk berbuka puasa bersama dengan teman-teman.
Dan disitu imanku diuji.
Tak sanggup menolak, tapi tak rela meninggalkan momen berbuka puasa di Masjid.
Akhirnya, dari tujuh ajakan BukBer (Buka Puasa Bersama) aku menyiasati "Ayo BukBer tapi tunggu aku dapet (haid) ya"
Dan di protes "Kok gitu?"
"Iya maaf ya, aku Safari Masjid setiap hari"
Dan ketika hari ini adalah hari pertama aku Haid, langsung teman-temanku menjadwalkan untuk Bukber dan sudah ada empat jadwal yang sudah Fix. hehe
Bentuk rasa penghargaan untuk teman-teman yang menghargaiku, meski teman-temanku mungkin melewatkan shalat tarawehnya ya :(

Ada banyak keutamaan hmm atau lebih tepatnya manfaat ketika aku ber-Safari Masjid.
Pertama, bisa Tadarus sebanyak-banyaknya. Karena jadwal pulang kantor mundur 1 jam, yaitu jam 4 sore sudah bisa pulang. Biasanya aku dan Mba Riza memulai safari dengan Masjid terdekat terlebih dahulu. Jalan kaki sekitar 10 Menit, 20 Menit, atau ditempuh naik KRL.
Sampai Masjid jam 5, Tadarus sampai menjelang adzan Maghrib.
Untuk yang mau khatam Alqur'an dalam bulan ramadhan, aku sarankan untuk menetap/menunggu di Masjid.

Kedua, bisa dapat ilmu.
Biasanya sebelum taraweh atau sesudah taraweh selalu ada ceramah keagamaan. Lumayan bisa mengupgrade pengetahuan agama.

Ketiga, Pahala.
Kalau yang ini jelas. Jangankan berdiam dimasjid, bahkan setiap langkah orang yang berjalan ke Masjid adalah pahala. Bayangkan berapa ratus langkah perjalanan menuju Masjid? Berapa kali lipat Allah menggandakan pahala kita? Masya Allah.

Keempat, rasa ingin beribadah itu selalu menggebu-gebu.
Apa hanya aku saja kah yang ketika sampai di Masjid rasanya selalu selalu selalu ingin shalat berkali-kali?

Kelima, tempat terteduh untuk menjernihkan hati dan pikiran.
Alhamdulillah, selalu nikmat ketika menangis didalam Masjid. Menangisi segala hal, soal cinta, soal kehidupan, dan tentu menangisi kesalahan demi kesalahan yang sudah dibuat masa yang lalu.

Keenam, ketujuh, kedelapan dan seterusnya kebaikan-kebaikan didalam Masjid akan selalu kita temukan.
Ya kalau untuk mendapat makanan, bagiku bonus rejeki saja. Karena tidak semua Masjid menyediakan makanan, dan karena tujuan utama kami bukan untuk makanan, tapi untuk ibadah. Bahkan waktu itu aku wisata kuliner disekitar Masjid untuk berbuka puasa setelah shalat Maghrib, lumayan enak-enak hehe

Yes, ini adalah Ramadhan terbaikku selama aku hidup.
Ramadhan yang sangat kujiwai.
Penuh nikmat dan berkah bersama sahabat-sahabat seiman.
Ya Allah, aku jatuh cinta dengan Masjid-Mu.
Aku jatuh cinta dengan orang-orang selalu mengharap ridha-Mu.
Ya Allah perkuat imanku.
Perkuat ilmu agamaku.
Terima kasih untuk orang baru yang Engkau hadirkan untuk menemani Hijrahku.
Im so in love with Allah.

Jakarta, 9 Juni 2017

Taken by Mba Riza